Selasa, 19 Juli 2011

Washington DC

Kesan pertama adalah Kota tempat Obama bekerja ini sangat panas sekali, lebih panas daripada Jember. Memang Amerika dikenal sebagai negara yang mempunyai perbedaan suhu yang sangat ekstrem. Jika di musim panas, panas suhunya bisa melebihi panasnya negara-negara tropis. Di belahan Timur Amerika bahkan udaranya sangat lembab karena anginnya sangat tipis. Namun jika musim dingin, saljunya bisa lebih tebal dari salju di negara-negara Eropa. Belum lagi serangan badai tornado dan angin yang seringkali menyertai hujan.

Saat ini Washington DC bisa dikatakan sebagai jantungnya dunia. Bagaimana tidak, di kota yang terletak di District of Columbia menjadi pusat kendali keamanan dan perekonomian dunia. Disitu terdapat kantornya Bank Dunia, tempat dimana Mbak Sri ngantor semenjak lengser sebagai menteri keuangan Indonesia. Selain itua da International Monetary Fund/IMF, Capitol Hill sebagai markasnya anggota konggres Amerika dan White House nya Presiden Obama. Dua yang terakhir selalu bahu membahu dalam mengurusi keamanan internasional.

Namun ternyata, Washington juga menyimpan persoalan sosial yang beragam. Amerika sebagai negara modern tentu tidak mempunyai polusi sebanyak Indonesia. Tetapi macet menjadi pemandangan sehari-hari. Meskipun sistem transportasi sudah sangat memadai, toh masih belum mampu mengakomodasi hasrat orang-orang Amerika untuk berkendara bebas hambatan.

Selain itu, segregasi atau pemisahan di masyarakat masih terasa. Ya, komunitas kulit hitam masih belum begitu bisa menyatu dengan tetangganya yang berkulit putih. belum lagi masalah imigran Meksiko yang terus berdatangan setiap tahun.

Dalam satu kunjungan ke American University, Prof Steven Taylor, menjawab pertanyaan saya mengenai posisi orang-orang Yahudi di Amerika. Beliau mengatakan dengan jujur bahwa siapapun harus berhati-hati jika ingin mengkritisi orang-orang Yahudi di Amerika. Mereka mempunyai posisi yang sangat penting bukan karena menjadi anak emas, melainkan karena berbagai institusi penting di Amerika didirikan dan disumbang oleh orang-orang Yahudi, termasuk American University tempatnya bekerja.


Washington DC, 17 Juli 2011