Selasa, 14 April 2015

Suara Emas Mel Shandy

Jika anda yang lahir sebelum tahun 1980an dan termasuk penggila musik...saya yakin pasti tidak akan jauh-jauh dengan lagu pop dan rock. Di dua dekade lalu rock dan pop masih menjadi ciri khas lagu Indonesia. Saya termasuk salah satu penggemar lagu rock dan salah satu idola saya adalah Nicky Astria dan Mel Shandy.

Nicky Astria masih konsisten dengan lagu-lagu rock nya di awal tahun 2000an sedangkan Mel Shandy seperti tertelan bumi. Nyaris tidak pernah terdengar lagi suara-suara khas serak rocknya di belantara musik nusantara. Tiba-tiba dia menghilang begitu saja dan tidak kembali dalam waktu yang lama. Padahal Mel Shandy pada waktu layak disejajarkan dengan Nicky Astria dan Anggun C. Sasmi.

Setelah lebih dari sepuluh tahun menghilang dari belantara permusikan Indonesia, lalu Mel Shandy kembali lagi ke permukaan namun tidak menyanyikan lagu-lagu baru melainkan lagu daur ulang. Dia tampil di publik kalau diundang oleh band-band rock yang senafas dengannya. Salah satunya Power Metal.

Dan ada yang berbeda dengan tampilan Mel Shandy kali ini. Ya, dia tampil dengan jilbab atau kalau tidak begitu ada penutup rambut di kepalanya. Semua bertanya-tanya ada apa dengan Mel Shandy? Ketika di suatu acara di TV dia ditanya oleh pembawa acara kenapa dia tampil dengan busana seperti itu, lalu Mel Shandy menjawab dengan diplomatis --- karena itu adalah pilihannya.

Sampai akhir tahun 2013, saya masih bisa menonton Mel Shandy di youtube. Dia membawakan beberapa lagu rock dan juga lagu Islami dan shalawat.
Salah satu link biography Mel Shandy bisa dilihat di tautan dibawah ini:
https://www.youtube.com/watch?v=tyqmbLg635k

Apapun yang terjadi saya tetap mengidolakan Mel Shandy, seorang gadis rock yang tidak saja punya olah  fokal yang luar biasa melainkan juga pandai melafalkan Al Quran dengan sangat fasih karena dia pernah juga juara membaca Al Quran di desanya di Cikapundung Bandung.


I Love You Mel Shandy....

London

Jumat, 10 April 2015

Sekilas Ulasan All England 2015

Sudah hampir empat tahun saya tinggal di Inggris untuk kuliah dan sudah dua kali saya menonton All England edisi tahun 2014 dan tahun 2015. Ada perbedaan diantara kedua edisi tersebut khususnya bagi kontingen Indonesia. Jika di edisi 2014 Indonesia berhasil memborong dua gelar ganda putra dan ganda campuran, kali ini Indonesia hanya kebagian satu runner up ganda campuran karena Tantowi Ahmad Liliana Natsir kalah telak dari Ganda Tiongkok, Zhang Nan/Zao Yunlei. Gambar dibawah saya ambil ketika Tantowi melakukan smash kearah ganda Dernmak, Christina Pedersen/Joachim Neilsen di perempat final dimana duo Indonesia berhasil mengalahkan duo Dernmark straigt set.


Namun sebenarnya kekalahan di final tersebut tidaklah terlalu mengecewakan karena di dua edisi sebelumnya Tantowi/Liliana berhasil menekuk duo ZZ di final. Jadi jika dihitung heat to head di All England, pasangan Indonesia masih lebih bagus dari pasangan Tiongkok.

Yang agak mengecewakan tentunya ganda putra Hendra/Ahsan karena kalah dibabak kedua oleh pasangan Tiongkok Fu Haifeng/Zhang Nan sehingga mereka berdua tidak bisa mempertahankan gelar All England yang mereka raih tahun 2014.

Dibalik ketidaksuksesan tim Indonesia, ada dua atau tiga pasangan pemain Indonesia yang punya prospek menjanjikan. Yang pertama adalah Praveen Jordan/Debby Susanto yang berhasil menekuk unggulan kedua Xu Chen/Ma Jin di babak awal. Pasangan pelapis Tantowi/Liliana ini sebelumnya juga meraih perunggu Asian Games di Busan Korea. Namun sayangnya langkah pasangan muda Indonesia ini terhenti di semifinal oleh duo ZZ. Dibawah ini adalah gambar yang saya ambil ketika Praveen melakukan smash kearah pasangan Tiongkok.

Pasangan muda lainnya yang juga layak untuk diacungi jempol adalah ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Fenaldi yang bisa melangkah sampai perempat final sebelum mereka kalah dari ganda Dernmark. Selain itu juga ada Ricky Karanda/Angga Pratama yang juga menunjukan permainan menawan meskipun harus kalah dari pasangan unggulan kedua dari Dernmark Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Semoga badminton Indonesia bisa terus mengimbangi kekuatan Tiongkok sebagai barometer badminton dunia. 

London

Senin, 16 Maret 2015

FENOMENA HAJI LULUNG

Baru saja melihat di youtube wawancara Haji Lulung dengan Metro. Salah satu yang paling menarik menurut saya adalah hastag twitter dari Justin Bieber dan Taylor Swift yang penasaran juga dengan sosok Haji Lulung yang telah mendunia...eeeiittt tapi tunggu dulu ya Haji Lulung mendunia bukan karena sepak bola atau keliling jadi backbacker melainkan karena namanya di twit oleh ribuan orang Indonesia.

Salah satu bunyi hastag dari Justin Bieber bahkan sangat menggelikan ketika dia men-twit 'WHAT THE HELL IS HE?' Lalu Taylor Swift men-twit OH MY GOD WHO IS HE?

Sebenarnya fenomena mendunianya Haji Lulung tidak lah mengherankan jika hanya di twitter karena memang pengguna twitter di Indonesia kalau tidak salah terbesar di dunia. Ya wajar saja sekarang mayoritas masyarakat sudah punya hape yang terkoneksi ke internet dan anak muda juga sudah melek internet. Jadi jika ada sebuah fenomena yang mampu menggugah kaum muda untuk mengomentari di twitter akan sangat mudah twit tersebut menjadi trending topik.

Tapi......sayangnya sampai sekarang aku belum punya twitter account dan belum tertarik untuk mencobanya. Facebook saja sudah pening apalagi ditambah twitter.

Salam, London